August 28, 2006

Kisah Sesenduk Madu

Posted in Emails From Me Friends, Islam Is Me Way at 11:55 am by miharuyouth

Ada sebuah kisah yang simbolik yang cukup menarik untuk kita hayati. Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesenduk madu. Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesedaran warganya. Raja memerintahkan agar setiap orang pada suatu malam yang telah ditetapkan mebawa sesenduk madu untuk dituangkan ke dalam sebuah bejana yang telah disediakn di puncak bukit di tengah kota. Seluruh warga kota pun memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.

Tetapi dalam fikiran seorang warga kota (katakanlah si A) terlintas suatu cara untuk mengelak, ‘ Aku akan membawa sesenduk madu penuh, tetapi bukan madu. Aku akan membawa air. Kegelapan malam akan melindungi dari pandangan pandangan mata seseorang. Sesenduk air tidak akan mempengaruhi bejana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh warga kota’.

Tibalah waktu yang telah ditetapkan. Apa kemudian terjadi? Seluruh bejana ternyata penuh dengan air. Rupanya semua warga kota berfikiran sama dengan si A. Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambil melepaskan diri dari tanggungjawab.

Kisah simbolik ini dapat terjadi, bahkan mungkin telah terjadi dalam pelbagai masyarakat manusia. Dari sini wajar jika agama, khususnya Islam, memberikan petunjuk-petunjuk agar kejadian seperti di atas tidak terjadi.

“Katakanlah ( hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah disertai enggan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang mengikutiku.. ( Yusuf:108)

Dal redaksi ayat diatas tercermin bahawa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, bau kemuadian dia melibatkan pengikut-pengikutnya.

“Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri, dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin (pengikut-pengikutmu)…(Annisa’:84)

Perhatikanlah kata-kata “tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri”. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: ” Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu.” Setiaporang menurut beliau adalah pemimpin dan bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya, ini bererti bahaa setiap orang harus tampil terlebih dahul. Sikap mental demikianlah yang dapat menjadikan bejana sang raja penuh dengan madu bukan air.

%d bloggers like this: